Cara Agar Menghindari Pelanggaran Etiket Indonesia

Cara Agar Menghindari Pelanggaran Etiket Indonesia

Dari studi kasus ION CASINO mengatakan bahwa Menavigasi adat dan tradisi asing bisa jadi rumit, dan ketika Anda mengunjungi tempat seperti Bali, di mana penduduk setempat selalu bersedia untuk memulai percakapan, penting untuk menghindari kecerobohan yang canggung. Lihat tips kami untuk menyapa orang, menunjukkan rasa hormat terhadap agama mereka, dan banyak lagi.

Menyelamatkan muka di Indonesia

Orang Indonesia tidak suka konflik. Untuk itu konsep hemat muka, dan tidak bersikap pedas terhadap orang lain, penting untuk diingat oleh para pelancong.

Orang Indonesia mudah mempermalukan, dan dianggap sangat tidak sopan jika dengan sengaja mempermalukan seseorang. Masalah harus diselesaikan secara pribadi, bukan di jalanan, dan ledakan ego atau emosi tidak pantas.

Prinsip budaya ini, yang dikenal sebagai keseimbangan batin, berakar pada praktik keagamaan Timur seperti Konfusianisme dan Buddhisme.

Bagaimana menunjukkan keseimbangan batin di Indonesi

Ikuti arus. Indonesia bukanlah tempat untuk dikunjungi dengan rencana perjalanan yang ketat. Lagipula ini terlalu panas untuk itu.

Jika Anda dihentikan oleh seorang petugas polisi dan tahu bahwa Anda tidak melakukan kesalahan, atau jika Anda merasa telah diperdaya oleh seorang pedagang, jangan marah. Bersikaplah rendah hati dan tenang saat menjelaskan diri sendiri.

Dalam budaya Indonesia, fakta bahwa Anda tidak baik-baik saja dengan suatu situasi diucapkan oleh penolakan Anda yang tenang; Anda tidak perlu menunjukkan kemarahan untuk menyampaikan maksud Anda.

Demikian pula, postur agresif termasuk meletakkan tangan di pinggul, atau membusungkan dada, dianggap tidak enak.

Agama di Indonesia

Agama di Indonesia

Selain kepekaan budaya dasar tersebut, agama memainkan peran besar dalam kehidupan dan nilai-nilai Indonesia.

Sejarah agama di Indonesia sangat menarik, kompleks, dan menjadi pokok bahasan puluhan buku. Anda mungkin tidak sepenuhnya memahami apa yang terjadi, cukup hormati kebiasaan mereka.

Lebih dari 85% orang di Indonesia menganggap diri mereka Muslim, meskipun praktik mereka mungkin sangat berbeda dari Islam seperti yang dipraktikkan di Timur Tengah.

Ini karena tekstur yang kaya dari tradisi keagamaan yang berbeda di nusantara; dari Buddhisme dan Hinduisme, ke Konfusianisme Cina, Kristen Eropa, animisme Pribumi, dan pemujaan leluhur.

Pulau-pulau di Indonesia telah menjadi pusat perdagangan utama selama lebih dari seribu tahun, dan setiap pulau memiliki perpaduan unik antara tradisi dan praktik keagamaan, tergantung pada siapa yang memutuskan untuk berlabuh di sana.

Oleh karena itu, meskipun ada beberapa praktik keagamaan dan spiritual yang dilakukan oleh mayoritas penduduk, aturan utama tentang agama di Indonesia adalah, “Jangan menghakimi, jangan sampai kamu dihakimi.”

Bagaimana menghormati agama di Indonesia

Sebagian besar mengidentifikasi sebagai Muslim Sunni dan hanya beragama moderat, setidaknya dibandingkan dengan beberapa negara Muslim di Timur Tengah. Namun demikian, Indonesia selalu menjadi masyarakat yang konservatif dan berbasis tradisi.

Bahkan di daerah kosmopolitan seperti Jakarta dan Bali, wanita yang memakai celana pendek, rok mini, dan atasan terbuka akan sering dikira PSK, dan akan diganggu, terutama di malam hari.

Saat memasuki masjid, pria harus mengenakan celana panjang, dan kemeja lengan panjang untuk menutupi lengan mereka. Wanita juga harus menutupi, dan harus berinvestasi dalam sapu tangan, atau selendang, untuk menutupi rambut mereka.

Baca juga : Militer Mendapat Dorongan Dalam New Normal Indonesia

Seorang pria juga tidak boleh berjabat tangan dengan seorang wanita Muslim, kecuali jika dia mengulurkan tangannya terlebih dahulu.

Untuk homoseksualitas, sangat disayangkan, tetapi jika Anda pergi ke luar kota kosmopolitan, Anda harus mencoba untuk tidak terlalu mesra di depan umum. Orang-orang cukup sopan untuk memikirkan urusan mereka sendiri, tetapi Anda mungkin mendapatkan tatapan dan komentar yang aneh atau jahat jika Anda menunjukkan kasih sayang di depan umum.

Meskipun kekerasan langsung terhadap komunitas LGBTQI umumnya jarang terjadi, sebaiknya berhati-hatilah jika Anda memilih untuk bepergian di Jakarta.